Review Makna lagu Kings & Queens: Raja dan Ratu

Review Makna lagu Kings & Queens: Raja dan Ratu

Review Makna lagu Kings & Queens: Raja dan Ratu.Di tengah maraknya diskusi tentang pemberdayaan perempuan dalam industri musik pop, lagu “Kings & Queens” milik Ava Max kembali menjadi sorotan. Dirilis pada 2020 sebagai bagian dari album debutnya, Heaven & Hell, lagu ini terus relevan hingga awal 2026, terutama dengan munculnya tren baru di media sosial yang menganalisis maknanya. Meski sudah enam tahun berlalu, pesan feminis yang kuat dalam liriknya masih menginspirasi generasi muda, terutama di kalangan perempuan yang menghadapi tantangan kesetaraan gender. Lagu ini bukan sekadar anthem pesta, tapi juga pengingat tentang kekuatan perempuan dalam mengubah dunia. Dengan beat yang energik dan gitar solo yang ikonik, “Kings & Queens” mengajak pendengarnya untuk merayakan kekuatan diri sendiri. Dalam ulasan terkini, lagu ini sering dibahas sebagai simbol perlawanan terhadap stereotip tradisional, di mana perempuan tidak lagi bergantung pada laki-laki untuk meraih tahta mereka. BERITA BOLA

Makna Lirik Utama: Review Makna lagu Kings & Queens: Raja dan Ratu

Lirik “Kings & Queens” dibangun di atas metafor kerajaan dan permainan catur, yang secara cerdas menggambarkan dinamika kekuasaan antara pria dan wanita. Pada bagian chorus, Ava Max menyanyikan, “If all of the kings had their queens on the throne, we would pop champagne and raise a toast to all of the queens who are fighting alone.” Ini menyiratkan bahwa dunia akan lebih baik jika pria mendukung wanita untuk menduduki posisi kepemimpinan, bukan malah menekan mereka. Kata “throne” di sini melambangkan kekuasaan, sementara “raise a toast” adalah undangan untuk merayakan perjuangan perempuan yang mandiri.
Lebih dalam lagi, lirik membandingkan gerakan raja dan ratu dalam catur: “In chess, the king can move one space at a time, but queens are free to go wherever they like.” Ini adalah kritik halus terhadap pembatasan yang sering dialami perempuan dalam masyarakat patriarkal. Raja (simbol pria) terbatas, sementara ratu (simbol wanita) memiliki kebebasan lebih besar, tapi sering kali tidak diakui. Ava Max juga menyelipkan humor dalam baris seperti “You might think I’m weak without a sword, but if I had one, it’d be bigger than yours,” yang menantang asumsi bahwa perempuan lemah tanpa senjata atau dukungan pria. Secara keseluruhan, lirik ini bukan hanya tentang pemberdayaan, tapi juga tentang kolaborasi gender yang seimbang, di mana pria diingatkan untuk tidak meremehkan kekuatan wanita. Dalam konteks 2026, makna ini semakin relevan dengan gerakan sosial yang menuntut kesetaraan di tempat kerja dan politik.

Inspirasi dan Pesan Ava Max: Review Makna lagu Kings & Queens: Raja dan Ratu

Ava Max, penyanyi berusia 32 tahun asal Amerika dengan akar Albania, sering kali menyebutkan bahwa “Kings & Queens” terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai wanita di industri musik yang didominasi pria. Ia ingin menciptakan anthem yang membangkitkan semangat perempuan yang pernah diberitahu bahwa mereka tidak bisa mencapai sesuatu karena gender mereka. Menurutnya, lagu ini adalah seruan bagi wanita untuk merebut kembali tahta mereka, tanpa menunggu izin dari siapa pun. Elemen gitar solo yang mirip gaya Queen (band rock legendaris) ditambahkan untuk memberikan nuansa epik, seolah menggabungkan rock klasik dengan pop modern.
Pesan utama lagu ini adalah tentang mandiri dan tidak menjadi “damsel in distress” – perempuan yang selalu butuh diselamatkan. Ava Max menekankan bahwa perempuan bisa multitask lebih baik, lebih kuat, dan lebih inovatif. Ini tercermin dalam baris “No damsel in distress, don’t need to save me, once I start breathing fire you can’t tame me.” Di era 2026, di mana isu seperti kesenjangan gaji dan representasi perempuan di posisi tinggi masih hangat, pesan ini menjadi pengingat bahwa perubahan dimulai dari dukungan mutual antar gender. Ava sendiri telah menginspirasi banyak lagu serupa di album selanjutnya, menunjukkan komitmennya untuk tema pemberdayaan. Produksi oleh Cirkut, kolaborator tetapnya, membuat lagu ini catchy dan mudah diingat, sehingga pesannya menyebar luas melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

Respon dan Dampak Terkini

Sejak dirilis, “Kings & Queens” mendapat respons positif dari kritikus musik, yang memuji produksinya yang energik dan lirik yang empowering. Lagu ini mencapai puncak chart di berbagai negara, termasuk posisi tinggi di Billboard Hot 100, dan menjadi soundtrack bagi banyak kampanye kesetaraan gender. Namun, ada juga kritik yang menyebut liriknya terlalu bergantung pada metafor kerajaan, yang secara tidak sengaja memperkuat sistem patriarkal – misalnya, ratu masih butuh raja untuk naik tahta. Meski begitu, mayoritas ulasan melihatnya sebagai lagu yang fun dan bermakna, terutama bagi pendengar muda.
Di 2026, lagu ini mengalami kebangkitan melalui tren viral di media sosial. Video analisis lirik dan cover versi akustik bermunculan, dengan pengguna membahas bagaimana maknanya relevan dengan isu kontemporer seperti peran perempuan di teknologi dan politik. Ava Max sendiri aktif mempromosikannya kembali, mengingatkan bahwa dunia akan lebih baik jika dipimpin oleh “queens.” Dampaknya terlihat pada komunitas online, di mana lagu ini menjadi anthem bagi perempuan yang berjuang sendirian. Secara komersial, streaming-nya meningkat lagi, membuktikan bahwa pesan feminis tak lekang oleh waktu. Ini juga memengaruhi artis muda lain untuk menciptakan lagu serupa, memperkaya diskusi tentang gender di musik pop.

Kesimpulan

“Kings & Queens” tetap menjadi lagu ikonik yang menggabungkan hiburan dengan pesan mendalam tentang pemberdayaan perempuan. Melalui metafor cerdas dan beat yang menggugah, Ava Max berhasil menyampaikan bahwa kesetaraan bukan mimpi, tapi realitas yang bisa dicapai dengan dukungan bersama. Di tengah dunia yang masih bergulat dengan isu gender pada 2026, lagu ini mengajak kita semua – pria maupun wanita – untuk merayakan kekuatan ratu di sekitar kita. Bukan hanya tentang menari sendirian, tapi tentang membangun kerajaan yang adil. Jika queens benar-benar memimpin, mungkin dunia akan lebih harmonis, penuh champagne, dan toast untuk perjuangan bersama. Lagu ini bukan akhir dari diskusi, tapi awal dari perubahan yang lebih besar.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *