Review Makna Lagu Butter: Manis dan Licinnya Cinta

Review Makna Lagu Butter: Manis dan Licinnya Cinta

Review Makna Lagu Butter: Manis dan Licinnya Cinta. Lagu “Butter” milik BTS, yang dirilis Mei 2021 sebagai single digital kedua setelah “Dynamite”, masih menjadi salah satu karya paling ikonik dan sering diputar di kalangan penggemar K-pop hingga awal 2026. Hampir lima tahun berlalu, lagu ini terus mendominasi playlist summer vibe, feel-good, dan “smooth operator” di Spotify serta TikTok, dengan lebih dari 2,5 miliar streaming global. Di balik beat funk-disco yang licin dan vokal BTS yang penuh percaya diri, “Butter” menyimpan makna ringan tapi menarik tentang cinta (atau ketertarikan) yang manis, halus, dan sulit ditolak—seperti mentega yang meleleh sempurna di lidah. Liriknya sengaja dibuat playful dan penuh double entendre, menggambarkan seseorang yang begitu menarik sehingga membuat orang lain “terpeleset” dan tak bisa lepas. INFO SLOT

Lirik yang Playful dan Penuh Godaan: Review Makna Lagu Butter: Manis dan Licinnya Cinta

Lirik “Butter” terasa seperti flirting level tinggi yang dikemas dalam bahasa sederhana tapi cerdas. Baris pembuka “Smooth like butter / Like a criminal undercover” langsung membangun image seseorang yang licin, halus, dan sedikit berbahaya—seperti mentega yang tak bisa ditangkap karena terlalu mulus. Refrain “Got ARMY right behind us when we say so / Got a lotta love for the fans, that’s the motto” sekaligus menjadi pengakuan kepada penggemar, tapi juga metafora bahwa “butter” ini begitu menarik sehingga semua orang ikut terpikat.
Bagian “Side step, right, left to my beat / High like the moon, rock with me” dan “Ice on my wrist, I’m the nice guy” menggambarkan sikap percaya diri yang playful: narator tahu dirinya menarik, tahu caranya menggoda, dan tahu bagaimana membuat orang lain “tergelincir” karena pesonanya. Lirik ini juga penuh double entendre— “butter” bisa berarti halus dan licin secara fisik (seperti gerakan dance mereka), tapi juga secara emosional: cinta atau ketertarikan yang manis, mudah dicerna, tapi sulit dilupain. BTS sengaja menggunakan bahasa yang ringan dan repetitif agar pendengar bisa langsung nyanyi sambil tersenyum, tapi di balik itu ada pesan bahwa “butter” ini adalah daya tarik yang tak terbantahkan.

Melodi dan Produksi yang Membuatnya Licin: Review Makna Lagu Butter: Manis dan Licinnya Cinta

Melodi “Butter” dibuat dengan nuansa disco-funk yang sangat halus: bassline yang groovy, horn section yang funky, dan ritme 110 bpm yang membuat orang langsung ingin bergoyang. Produksi yang dibantu Pdogg dan yang lain memberikan kesan lagu yang “licin” seperti mentega—tidak ada gesekan, tidak ada hambatan, semuanya mengalir mulus.
Vokal BTS terdengar sangat percaya diri dan playful: dari rap ringan Jungkook dan RM hingga harmoni chorus yang terasa seperti godaan kolektif. Kontras antara musik yang ceria dan lirik yang penuh godaan inilah yang membuat lagu ini begitu adiktif: pendengar bisa menari sambil diam-diam merasakan “getaran licin” yang digambarkan. Choreography yang ikonik dengan gerakan “butter” (tangan seperti mengoles mentega) juga memperkuat kesan bahwa lagu ini memang tentang sesuatu yang manis, halus, dan tak bisa ditolak.

Makna Lebih Dalam: Manis dan Licinnya Cinta yang Tak Terelakkan

Di balik vibe fun, “Butter” sebenarnya bicara tentang daya tarik yang tak terbantahkan—cinta atau ketertarikan yang begitu kuat sehingga membuat orang “terpeleset” tanpa sadar. Narator menggambarkan dirinya sebagai “butter”: manis, halus, licin, dan sulit ditolak. Ini adalah metafora yang cerdas tentang pesona yang alami dan effortless—bukan paksaan, bukan drama, tapi daya tarik yang membuat orang lain tak bisa berpaling.
Lagu ini juga menyentil tema self-confidence: narator tahu dirinya menarik, tahu caranya menggoda, dan tahu bagaimana membuat orang lain “tergelincir”. Tapi di balik kepercayaan diri itu ada kelembutan: “got a lotta love for the fans, that’s the motto” adalah pengingat bahwa “butter” ini juga tentang memberi kehangatan dan cinta kepada orang-orang di sekitar. Makna terdalamnya adalah bahwa cinta (atau pesona) yang terbaik adalah yang mengalir alami, manis tanpa dipaksakan, dan licin tanpa terasa licik—seperti mentega yang meleleh sempurna di roti hangat.

Kesimpulan

“Butter” adalah lagu yang langka: ringan sekaligus halus, fun sekaligus menggoda, dan timeless tanpa terasa murahan. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang playful dan penuh double entendre, melodi disco-funk yang licin, dan vokal BTS yang penuh percaya diri. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang ingin merayakan pesona dan daya tarik tanpa drama berlebihan—membuat mereka menari sambil diam-diam merasakan “getaran licin” itu. Jika kamu sedang dalam fase “aku ingin terasa manis dan tak terelakkan”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: pesona terbaik adalah yang alami, halus, dan membuat orang lain “tergelincir” tanpa paksaan. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan kembali merasa “smooth like butter”. “Butter” bukan sekadar lagu pop; ia adalah pengakuan bahwa kadang cinta (atau pesona) yang paling kuat adalah yang meleleh perlahan dan tak terhindarkan. Dan itu, pada akhirnya, adalah bentuk daya tarik terindah.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *