Review Makna Lagu Peaches: Manis Rindu yang Bikin Nagih. Lagu “Peaches” milik Justin Bieber featuring Daniel Caesar dan Giveon, yang rilis pada Maret 2021 sebagai single utama dari album Justice, langsung jadi salah satu trek paling manis dan adiktif di era pop-R&B 2020-an. Dengan produksi funky yang ringan, bass groovy, dan vokal harmoni yang lembut dari ketiga penyanyi, lagu ini terdengar seperti permen yang meleleh di mulut—manis, hangat, dan bikin ingin terus mendengar. Makna utamanya sederhana tapi dalam: rindu yang manis terhadap seseorang yang dicintai, di mana “peaches” jadi metafor untuk orang itu yang terasa begitu menggoda, segar, dan tak tergantikan. Judul “Peaches” bukan sekadar buah, melainkan simbol seseorang yang membuat hati terasa manis dan nagih, meski jarak atau waktu memisahkan. BERITA TERKINI
Lirik yang Menggambarkan Rindu Manis: Review Makna Lagu Peaches: Manis Rindu yang Bikin Nagih
Justin Bieber membuka lagu dengan nada intim: “I got my peaches out in Georgia (oh, yeah, shit) / I get my weed from California (that’s that shit)”. Baris ini langsung ciptakan gambaran santai tapi penuh gairah—ia punya segalanya, tapi yang paling dirindukan adalah “peaches” itu, yaitu pasangan atau seseorang spesial. Chorus berulang “I love you, I love you, oh / I got my peaches out in Georgia (oh, yeah, shit) / I get my weed from California (that’s that shit)” terdengar seperti pengakuan sederhana, tapi penuh kerinduan. “Peaches” di sini adalah kode untuk orang yang dicintai—manis seperti buah persik, segar, dan membuatnya merasa hidup.
Daniel Caesar masuk dengan verse yang lebih lembut dan reflektif: “There’s a tunnel under Ocean Boulevard / We could go there, baby, we could get lost”. Ia gambarkan keinginan melarikan diri bersama, mencari tempat rahasia untuk menikmati momen intim. Giveon menutup dengan suara dalamnya yang khas: “I need to know if you’re still down / ‘Cause I’m still down, I’m still down”. Bagian ini menegaskan bahwa rindu itu dua arah—ia ingin tahu apakah perasaan itu masih sama, meski waktu berlalu. Lirik secara keseluruhan penuh referensi geografis (Georgia, California, Ocean Boulevard) yang ciptakan rasa perjalanan dan petualangan romantis, tapi intinya tetap satu: kerinduan yang manis dan bikin nagih terhadap seseorang yang terasa seperti “peaches”—segar, manis, dan tak tergantikan.
Konteks Penciptaan dan Penjelasan Justin Bieber: Review Makna Lagu Peaches: Manis Rindu yang Bikin Nagih
Justin Bieber menulis “Peaches” saat sedang menikmati fase bahagia dalam pernikahannya dengan Hailey Bieber. Ia bilang lagu ini terinspirasi dari rasa syukur dan cinta yang ia rasakan terhadap istrinya—seseorang yang membuat hidup terasa manis dan penuh warna. Dalam wawancara, Bieber jelaskan bahwa “peaches” adalah metafor untuk Hailey: manis seperti buah persik, segar, dan selalu bikin dia ingin kembali. Kolaborasi dengan Daniel Caesar dan Giveon dipilih karena ia ingin lagu ini punya nuansa R&B soulful yang hangat. Produksi oleh Shy Carter, Giveon, dan lainnya beri sentuhan retro-funk yang membuat lagu terasa timeless—seperti campuran 70-an soul dengan pop modern. Bieber bilang ia ingin lagu ini jadi “feel-good love song” yang ringan tapi tulus, dan itulah yang membuatnya begitu adiktif.
Makna Lebih Dalam dan Dampak Budaya
Di balik kesan santai, “Peaches” bicara tentang rindu yang manis di tengah kehidupan yang sibuk. “Peaches out in Georgia” bisa dibaca sebagai simbol seseorang yang jauh tapi tetap terasa dekat di hati. Lagu ini juga punya nuansa celebratory—seolah Bieber ingin bilang “aku punya segalanya, tapi yang paling berharga adalah kamu”. Kesuksesannya luar biasa—nomor satu di Billboard Hot 100 selama beberapa minggu, memenangkan Grammy untuk Best Pop Duo/Group Performance 2022—menunjukkan betapa universal tema “rindu manis yang bikin nagih” ini. Di media sosial, lagu jadi soundtrack banyak momen romantis, road trip, dan self-love, membuktikan kekuatannya sebagai lagu cinta yang uplifting tapi tetap dalam.
Kesimpulan
“Peaches” bukan sekadar lagu pop funky yang enak didengar, melainkan potret indah tentang rindu yang manis dan bikin nagih terhadap seseorang yang terasa seperti buah persik—segar, manis, dan tak tergantikan. Dengan lirik santai tapi tulus dari Justin Bieber, harmoni hangat Daniel Caesar dan Giveon, lagu ini tangkap esensi “manis rindu yang membara”: kerinduan yang terasa ringan dan menyenangkan, bukan menyiksa. Hingga kini, “Peaches” tetap jadi teman bagi siapa saja yang sedang merindukan seseorang spesial, mengingatkan bahwa cinta kadang terasa seperti buah manis yang selalu ingin kita nikmati lagi dan lagi.