Review Makna Lagu Thunder: Guntur Hati. Lagu Thunder milik Imagine Dragons, yang dirilis September 2017 sebagai single kedua dari album Evolve (2017), masih menjadi salah satu karya paling energik dan ikonik dalam katalog mereka hingga awal 2026. Hampir sembilan tahun sejak rilis, lagu ini terus mendominasi playlist “hype song”, “motivasi olahraga”, dan “feel good rock” di Spotify serta TikTok, dengan lebih dari 2,9 miliar streaming global dan status multi-platinum di berbagai negara. Di balik beat produksi yang menggelegar dan vokal Dan Reynolds yang penuh semangat, Thunder menyimpan makna yang lebih dalam daripada sekadar lagu penyemangat: ia adalah pengakuan jujur tentang rasa tidak cocok dengan dunia sekitar, perjuangan mencari identitas, dan keyakinan bahwa “thunder” dalam diri adalah kekuatan terbesar untuk tetap berdiri meski sering merasa seperti orang asing. BERITA BASKET
Lirik yang Penuh Konflik Identitas: Review Makna Lagu Thunder: Guntur Hati
Lirik Thunder dibuka dengan pengakuan yang sangat pribadi: “Just a young gun with a quick fuse / I was uptight, wanna let loose”. Dan Reynolds menggambarkan dirinya sebagai anak muda yang penuh energi tapi tertekan oleh ekspektasi—selalu “uptight” karena merasa harus menyesuaikan diri. Baris “I was dreaming of bigger things and / Wanna leave my own behind” mencerminkan rasa gelisah yang sering dialami generasi muda: ingin keluar dari lingkungan yang membatasi dan menciptakan sesuatu yang lebih besar.
Refrain ikonik “Thunder, feel the thunder / Lightning then the thunder” adalah metafora paling kuat dalam lagu ini. “Thunder” bukan hanya suara guntur yang keras; ia melambangkan kekuatan batin, kemarahan yang terkendali, dan energi yang meledak-ledak ketika seseorang akhirnya menerima diri apa adanya. “I was up in the clouds, now I’m grounded / Thunder, feel the thunder” menunjukkan perjalanan dari mimpi besar yang tinggi ke realitas yang keras—tapi justru di situlah “thunder” muncul: ketika seseorang “grounded” dan siap menghadapi dunia dengan kekuatan asli mereka.
Verse kedua semakin memperdalam tema: “Kids were laughing in my classes / While I was scheming for the masses”. Ini adalah pengakuan bahwa Dan sering merasa berbeda sejak kecil—sementara teman-temannya “laughing”, ia sudah memikirkan hal-hal besar. “See, that was just a dream / Try, cry, why try?” adalah momen paling jujur: rasa frustrasi ketika mimpi besar sering kali dianggap mustahil oleh orang lain.
Produksi Beat dan Vokal yang Menggelegar: Review Makna Lagu Thunder: Guntur Hati
Produksi oleh Mattman & Robin adalah salah satu yang paling kuat di era pop-rock 2010-an: drum marching yang menggelegar, synth yang tegas, dan bass drop yang membuat seluruh tubuh bergetar. Tempo cepat sekitar 168 bpm memberikan energi tinggi yang membuatnya cocok untuk momen motivasi atau konser. Vokal Dan Reynolds di lagu ini adalah salah satu yang paling powerful: dari nada rendah penuh keraguan di verse hingga scream penuh keyakinan di chorus “Thunder, feel the thunder”.
Kontras antara melodi yang megah dan lirik yang penuh konflik inilah yang membuat lagu ini begitu kuat: pendengar bisa merasa termotivasi sambil tetap merasakan perjuangan di balik kata-kata.
Makna Lebih Dalam: Menemukan Kekuatan dalam Ketidakcocokan
Di balik kesan lagu penyemangat, Thunder sebenarnya bicara tentang rasa tidak cocok dengan dunia sekitar. Dan Reynolds pernah mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari masa kecilnya ketika ia sering merasa seperti “orang asing” di sekolah—selalu punya mimpi besar tapi sering dianggap aneh atau tidak realistis. “Thunder” adalah simbol kekuatan yang muncul ketika seseorang akhirnya menerima bahwa ketidakcocokan itu bukan kelemahan, melainkan kekuatan.
Lagu ini juga menyentil tema bahwa “high hopes” sering kali diuji oleh kegagalan dan penolakan. “I was up in the clouds, now I’m grounded” adalah pengakuan bahwa mimpi besar harus dihadapkan dengan realitas, tapi justru di situlah “thunder” muncul—ketika seseorang tetap percaya pada dirinya sendiri meski dunia berkata “tidak mungkin”. Makna terdalamnya adalah bahwa menjadi “believer” berarti percaya pada diri sendiri meski sering merasa seperti orang asing di dunia ini.
Kesimpulan
Thunder adalah lagu yang langka: megah sekaligus sangat jujur, motivasi tapi penuh perjuangan, dan timeless tanpa terasa klise. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang relatable tentang ketidakcocokan dan ketahanan, produksi rock yang menggelegar, dan vokal Dan Reynolds yang penuh semangat. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang merasa “tidak cocok” atau sering ditolak—membuat mereka merasa bahwa “thunder” dalam diri adalah kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Jika kamu sedang dalam fase “aku merasa berbeda dan itu menyakitkan”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: “you’re a natural” berarti menerima ketidakcocokan itu sebagai bagian dari kekuatanmu. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan semakin yakin bahwa “had to have high hopes” adalah satu-satunya cara untuk hidup layak diperjuangkan. Thunder bukan sekadar lagu rock; ia adalah deklarasi bahwa rasa sakit dan ketidakcocokan adalah guru terbaik, dan ketahanan adalah hadiah terindah yang diberikan oleh hidup. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling kuat dari sebuah lagu.