Review Makna Lagu Lies BigBang: Kebohongan dalam Cinta. Lagu Lies (거짓말) milik BIGBANG yang dirilis pada Agustus 2007 tetap menjadi salah satu karya paling ikonik dan emosional dalam sejarah K-pop awal. Sebagai single utama dari album mini Always, lagu ini langsung menduduki puncak berbagai chart musik Korea selama berminggu-minggu dan menjadi lagu pertama BIGBANG yang mencapai status “all-kill” di era digital. Dengan vokal G-Dragon yang penuh penyesalan, harmoni Taeyang yang menyayat, serta beat R&B mid-tempo yang dingin dan melankolis, Lies bukan sekadar lagu putus cinta—ia adalah pengakuan jujur tentang kebohongan yang menyakitkan dalam hubungan, rasa bersalah karena menyakiti orang yang dicintai, dan akhir yang tak terhindarkan. Hampir 19 tahun kemudian, di tengah maraknya pembicaraan tentang hubungan toksik, gaslighting, dan kejujuran emosional pada 2026, makna lagu ini terasa semakin tajam—sebuah pengingat bahwa kebohongan, meski dimaksudkan untuk melindungi, sering kali justru menghancurkan lebih dalam. REVIEW KOMIK
Latar Belakang Penciptaan dan Atmosfer Emosional: Review Makna Lagu Lies BigBang: Kebohongan dalam Cinta
Lies ditulis dan diproduksi oleh G-Dragon di masa ketika BIGBANG sedang mencari identitas musik yang lebih matang setelah debut mereka yang penuh energi. G-Dragon pernah mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap hubungan orang-orang di sekitarnya—terutama perasaan ingin melindungi pasangan dengan kebohongan, tapi akhirnya menyadari itu hanya memperpanjang penderitaan. Produksi lagu menekankan kesederhanaan yang menyakitkan: piano dingin di awal, beat R&B yang lambat dan berat, serta harmoni vokal yang terasa seperti isak tangis tertahan. Tidak ada efek berlebihan atau drop dramatis; semuanya terasa seperti curahan hati yang mentah. Video musiknya—yang menampilkan G-Dragon sebagai pria yang berbohong pada kekasihnya, adegan hujan deras, dan akhir yang penuh penyesalan—memperkuat nuansa duka yang tak terucapkan. Penampilan live mereka di berbagai acara musik—dengan vokal Taeyang yang sering pecah dan ekspresi G-Dragon yang terlihat menyesal—membuat lagu ini terasa sangat autentik dan menyentuh.
Makna Lirik yang Menyayat dan Penuh Penyesalan: Review Makna Lagu Lies BigBang: Kebohongan dalam Cinta
Lirik Lies dibangun seperti pengakuan bersalah yang ditulis dengan air mata. Verse pertama “Geojinmal… / Naneun geojinmal haesseo” (Kebohongan… / Aku telah berbohong) langsung membuka dengan rasa bersalah yang telanjang. Pre-chorus “Neol saranghanda malhajiman / Geuge aninde” (Aku bilang aku mencintaimu / Padahal itu tidak benar) menunjukkan kontradiksi batin: mengatakan “aku cinta” hanya untuk menenangkan, tapi sebenarnya sudah tak merasakan lagi. Chorus ikonik “Geojinmal… / Mianhae geojinmal” (Kebohongan… / Maaf, kebohongan) adalah jeritan penyesalan yang berulang—mengakui bahwa kebohongan adalah racun yang perlahan menghancurkan hubungan. Bagian rap G-Dragon “Niga nareul tteonal ttae / Naneun eoddeohge haeya halji mollasseo” (Ketika kamu meninggalkanku / Aku tak tahu harus bagaimana) menambah lapisan rasa tak berdaya dan penyesalan mendalam. Bridge dengan “Ije neoreul bonaejulge / Geojinmal an hae” (Sekarang aku akan melepaskanmu / Tak akan berbohong lagi) adalah momen penerimaan pahit: melepaskan adalah bentuk kejujuran terakhir setelah sekian lama berpura-pura. Secara keseluruhan, lagu ini bicara tentang kebohongan dalam cinta—bukan karena tak mencintai, melainkan karena takut menyakiti, tapi akhirnya justru menyakiti lebih dalam. Tema ini sangat relevan dengan hubungan toksik modern: berbohong demi “melindungi” sering kali hanya memperpanjang penderitaan kedua belah pihak.
Warisan dan Relevansi yang Tak Lekang Waktu
Lies menjadi lagu yang memantapkan posisi BIGBANG sebagai grup yang mampu menyampaikan emosi dewasa di tengah gelombang K-pop yang lebih ringan saat itu. Lagu ini memenangkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu penampilan panggung paling berkesan di sejarah mereka. Di 2026, ketika banyak orang berbagi cerita tentang gaslighting, kebohongan putih dalam hubungan, dan proses healing dari trauma emosional, lirik “geojinmal… mianhae” sering dikutip sebagai pengingat bahwa kejujuran—meski menyakitkan—adalah satu-satunya jalan keluar. Banyak pendengar mengaku lagu ini membantu mereka mengakui kebohongan yang pernah mereka ucapkan atau terima, serta belajar melepaskan dengan damai. Penampilan ulang di konser anniversary atau cover dari artis lain terus membuktikan bahwa lagu ini tak lekang waktu. G-Dragon sendiri pernah bilang bahwa Lies adalah tentang “cinta yang sudah tak bisa dipertahankan”—dan hingga kini, pesan itu terus menyentuh hati baru setiap generasi.
Kesimpulan
Lies adalah salah satu balada K-pop paling jujur dan menyayat—sebuah pengakuan bahwa kebohongan dalam cinta sering kali lahir dari niat baik, tapi akhirnya menghancurkan lebih dalam daripada kejujuran yang menyakitkan. BIGBANG, melalui lirik G-Dragon yang telanjang dan vokal Taeyang yang penuh air mata, berhasil menyampaikan rasa bersalah, penyesalan, dan penerimaan dengan cara yang tak bertele-tele tapi sangat menyentuh. Hampir dua dekade berlalu, kekuatannya tetap utuh—setiap kali piano dingin mulai bernyanyi dan “geojinmal” mengalun, pendengar diajak merenung bahwa kebohongan bukan pelindung, melainkan racun yang perlahan mematikan. Jika Anda sedang menghadapi kebohongan—baik yang Anda ucapkan maupun yang diterima—putar lagu ini sekali lagi. Biarkan air mata itu mengalir, biarkan “mianhae” terucap, dan ingat bahwa melepaskan dengan kejujuran adalah bentuk cinta terakhir yang paling tulus. Karena seperti kata lagu ini: kebohongan harus berakhir, meski itu berarti akhir dari segalanya. Sebuah lagu yang tak hanya menyedihkan, tapi juga membebaskan hati.